SEMARANG — Kobaran api menghanguskan belasan rumah dinas polisi di kawasan Kota Lama Semarang, Sabtu (5/9/2026) siang. Kebakaran yang terjadi di kawasan yang dikenal sebagai Little Netherlands itu membuat warga dan penghuni asrama panik.
Api mulai membesar sekitar pukul 14.43 WIB. Dalam waktu singkat, kobaran api merambat dan berdampak terhadap sejumlah rumah yang berada dalam satu kawasan permukiman.
Kapolrestabes Semarang Kombes Heri Wahyudi mengatakan, sedikitnya 15 rumah dalam satu RT terdampak kebakaran. Dari jumlah tersebut terdapat 12 kepala keluarga (KK) yang harus kehilangan tempat tinggal sementara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
> “Peristiwa kebakaran itu berdampak kurang lebih 15 rumah dalam satu RT. Ada 12 KK yang terdampak kebakaran,” ujar Heri.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Seluruh penghuni rumah dinas berhasil dievakuasi sebelum api semakin meluas.
Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan kobaran api. Enam armada Damkar dengan 30 personel diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan penyelamatan.
Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 16.00 WIB.
Namun hingga kini penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber awal munculnya api.
“Kami belum tahu akibatnya karena apa. Kami masih dalam penyelidikan,” kata Heri.
Dugaan sementara, kebakaran kemungkinan berkaitan dengan kelalaian. Meski demikian, pihak kepolisian belum mau memastikan sebelum hasil penyelidikan selesai.
Sementara itu, kerugian akibat kebakaran tersebut juga masih dalam proses pendataan dan penaksiran.
Para penghuni rumah dinas yang terdampak untuk sementara akan ditempatkan di lokasi pengungsian. Kebutuhan makanan mereka akan dipenuhi melalui dapur umum.
Kebakaran ini juga sempat membuat akses di sekitar lokasi terganggu karena kendaraan pemadam harus keluar-masuk kawasan untuk proses pemadaman dan penanganan.
Kini perhatian tertuju pada penyebab munculnya api. Polisi masih mendalami kejadian tersebut, sementara belasan rumah dinas harus terdampak dan puluhan penghuni kehilangan tempat tinggal untuk sementara.
Penulis : Jacinda
Editor : Redaksi












Komentar